Perubahan Digital serta Lini Masa Evolusi Pendidikan – Digital sudah mengubah cara manusia belajar, bekerja, menciptakan produk, berlomba, serta budaya organisasi. Keutamaan individu serta organisasi akan sangat di pengaruhi oleh sejauh mana bisa meningkatkan, menyerap, serta memakai teknologi digital. Dengan kata lain, mereka yang memakai teknologi berpeluang mengganggu yang tidak memakaianya. Setiap era mempunyai sejarah teknologi sendiri. Seperti di abad ke-15, Johannes Guternbeg berpastisipasi sangat penting yang tidak memakainya.
UNESCO dalam publikasinya, menjelaskan hubungan peningkatan SDM serta percepatan teknologi, yang di jelaskan di 11th ADB International Education and Skills Forum di Manila. Forum ini menghadirkan para petinggi di pemerintahan, pakar, akademisi, serta praktisi. UNESCO menjelaskan kebutuhan talenta teknologi meningkat tajam. Di perlukan sistem pelatihan fleksibel, kerja sama kampus dengan industri, pembiayaan berkelanjutan, serta pengembangan kapasitas digital serta AI, untuk guru serta dosen.
Garis Waktu
Baca juga : Dana Pendidikan Makin Mahal
Pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi sudah mengubah manusia, tapi apakah manusia bisa mengurangi efek teknologi, sebab teknologi sudah menilai model pembelajaran. Sejarah memperlihatkan garis waktu lompatan teknologi, serta pengaruh untuk manusia seperti penjelasan berikut. Pembelajaran terkini di awali dari tahun 1450-an, ketika Johannes Guternbeg menemukan teknologi percetakan teks massal. Temuan investor asal Jerman itu sudah menyebabkan perubahan model pembelajaran, penerbitan buku serta industri media.
Para akademis juga menemukan cara menyebarkan kepakarannya, dan melahirkan manusia cerdas lainnya. Di zaman inilah ide perlindungan hak cipta mulai bergulir. UU hak cipta pertama di dunia yang lahir ialah Statuta Anne, yang di jalani di Inggris di tahun 1710. Regulasi yang memperkenalkan kalau penulis suatu karya ialah pemilik hak ciptanya, dan menetapkan jangka waktu perlindungannya. Berabad-abad paradigma mesin cetak berhasil menciptakan Individu cerdas serta brilian lewat naskah tesktual seperti text book serta media cetak.
Model ini mulai labil ketika teknologi digital secara radikal mengubahnya. Sumber saran ilmu pengetahuan, sains, serta teknologi sekarang bisa di akses secara digital tidak tergantung ruang serta waktu, sampai lintas negara. Keutamaan individu juga lalu sangat di pengaruhi sejauh mana terampil serta fasih memakai komputer. Banyak perusahaan lalu menentukan keterampilan ini dalam mencari karyawan baru. Di bidang pendidikan, text book menjadi e-book, serta jurnal terkenal juga berpindah ke penerbitan online. Teknologi digital juga terus mencari kemudahan untuk penggunanya.
