Pendidikan Harus Jadi Kepentingan Utama

Pendidikan Harus Jadi Kepentingan Utama

Pendidikan Harus Jadi Kepentingan Utama – Pendidikan karakter merupakan hal paling penting dalam proses belajar anak, sampai lebih penting di banding hanya mengejar niilai. Selama ini sering melihat kalau sekolah lebih fokus di prestasi akademik, sedangkan sikap serta perilaku terkadang di nilai menjadi nomer dua. Sebenarnya, terlihat banyak masalah yang hadir di sekolah bukan karena anak tidak pintar, tapi karena karakter mereka belum kuat. Seperti bullying, sikap tidak sopan, kurangnya empati, sampai malas bertanggung jawab. Hal itu hadir bukan karna mereka tidak bisa belajar, tapi karna mereka belum di ajarkan bagaimana seharusnya bersikap.

Karakter merupakan tiang untuk setiap anak. Anak yang pintar belum tentu bisa bekerja sama. Anak yang nilai matematikanya bagus belum tentu bisa menghargai orang lain. Bahkan ada siswa yang cerdas tapi susah di ajak diskusi, sampai ada yang meremehkan temannya sendiri. Di sisi lain, ada siswa yang akademiknya biasa saja tapi punya sopan santun yang baik, rajin, peduli, serta selalu membantu teman. Dari situ terlihat kalau karakter jauh lebih menentukan masa depan anak di banding angka di rapor.

Pendidikan Karakter

Baca juga : Kesenjangan Pendidikan di Tengah Keragaman Indonesia

Pendidikan karakter juga membuat nuansa belajar lebih nyaman. Kalau suswa terbiasa disipilin, saling menghargai, serta bisa mengendalikan emosi, tentu kelas akan lebih baik. Guru juga lebih mudah mengajar ketika siswa punya sikap positif. Hal sederhana seperti memberi salam, meminta maaf ketika salah, datang tepat waktu, atau merapikan kelas sebenarnya sudah sangat membantu membentuk karakter anak.

Tapi membentuk karakter tidak bisa hanya di bebankan ke sekolah. Fungsi keluarga sangat besar, sampai lebih penting dari sekolah. Anak belajar dari apa yang di lihat di rumah. Kalau orang tuanya terbiasa jujur, disiplin, serta menghargai prang lain, anak juga akan terbiasa dengan sikap yang serupa. Tapi kalau di sekolah anak di ajarkan disiplin, sedangkan di rumah di biarkan bebas, anak bisa bingung serta tidak konsisten.

Dalam realita, khususnya di dunia kerja, karakter malah menjadi penentu seseorang bisa bertahan atau tidak. Perusahaan sekarang lebih mencari orang yang jujur, bertanggung jawab, bisa bekerja sama, serta punya etika kerja yang baik. Nilai tinggi tidak akan berarti kalau orang tidak punya sikap profesional. Banyak orang pintar malah tidak bisa bertahan di dunia kerja karena sikapnya kurang baik.

Exit mobile version